PERSONAL GOD

Di tulisan ini saya ingin sharing pendapat tentang “Personal God” seperti yang di diskusikan sebelumnya.

Tulisan ini juga merupakan dari sudut pandang saya yang sangat terbatas. Untuk itu saya juga sangat membutuhkan masukan dari abang2 dan kakak2 semua agar lebih memperluas persepsi Personal-God itu sendiri. Untuk itu mohon dibahas/ditanggapi berdasarkan nomor yang ada, agar lebih fokus dalam pembahasan.

Defenisi dari Personal-God dari beberapa Literatur :

https://en.wikipedia.org/wiki/Personal_god    : “Dalam tulisan suci agama-agama Ibrahim, Tuhan digambarkan sebagai ‘Personal-God’ yang berbicara sebagai orang pertama dan menunjukkan emosi seperti kemarahan dan kesombongan, dan kadang-kadang muncul dalam bentuk antropomorfik (emosi/sifat manusia). Dalam Pentateukh (bagian dari kitab Taurah), misalnya, Allah berbicara dengan dan mengajar para nabi-Nya dan dianggap memiliki kemauan, emosi (seperti kemarahan, kesedihan dan kebahagiaan), niat, dan sifat-sifat lain yang menjadi ciri khas pribadi manusia. Hubungan pribadi dengan Tuhan dapat digambarkan dengan cara yang sama seperti hubungan dengan manusia”

https:https://en.wiktionary.org/wiki/personal_god    : “Tuhan yang dapat dikaitkan atau dipikirkan sebagai seseorang, melalui persona yang antropomorfis/antropomorfik, dan bukannya kekuatan alam yang impersonal, dan tanpa wajah”

Dan di situs tersebut juga ada mengatakan: “Albert Einstein was not an atheist, but did not believe in a personal god.”

Pemahaman dari Einstein ini juga yang menjadi dasar bagi kepercayaan (bukan agama) yang sedang nge-trend saat ini yaitu “Agnostik” , yang secara garis besar sangat mirip dengan “Memper-Tuhan-kan Energi”. Yang mana Tuhan itu tidak hadir dalam sosok antropomorfik ataupun simbol, akan tetapi lebih bersifat vibrasi dan merasakan.

Apakah ini benar atau salah ?

Maaf saya bukan dalam kapasitas untuk memutuskan benar atau salah, seperti yang pernah diungkapkan oleh AA  “Tuhan itu jg Un-Defined, maka Aku apa kata sangka hambaku.. “

Tetapi ada sesuatu yang mungkin harus kita sadari bersama, selagi kita masih ber Thariqat ( ber Mursyid pada Guru yang sama ), Personal-God kita seharusnya bertemu pada titik yang sama, maka masing2 Personal God itu, seharusnya jg tdk akan crashing / bentrok, kecuali Ego dari masing2 manusianya yang menafsirkannya demikian, Personal God ku lebih utama dr Personal God-mu.”

Jikalau kita hubungkan dengan Human-Design nya Ra Uru Hu, pendapat saya adalah sebagai berikut : Seluruh energi2 tersebut sudah ada di alam semesta ini untuk di pahami oleh umat manusia, pada saat dan waktu yang tepat seorang Ra Uru Hu mendapat rahmat untuk meng-urai-kan hal tersebut menjadi materi yang bisa dipelajari dan dimengerti, tentu saja kita harus berterima kasih kepada Ra-Uru-Hu, dan bukan berarti kita harus merasakan apa yang dirasakan si Ra-Uru-Hu tersebut,

karena ada 2 objek yang berbeda :

1) Energi HD , energi ini sudah dan memang ada didunia ini, bahkan jauh sebelum Ra-Uru-Hu itu lahir.

2) Ra-Uru-Hu , adalah orang yang kebetulan mendapat rahmat untuk lebih memahami energi tersebut (tentu saja sebesar kapasitas yang dimiliki Ra Uru Hu), yang mana tidak tertutup kemungkinan masih banyak lagi informasi dari energi tersebut yang belum di ungkapkan. Sebagaimana teori mimpi nya “Freud” yang disempurnakan oleh “Jung” . Demikian yang bisa saya sampaikan dari sudut pandang pribadi, semoga bisa menambah referensi bagi kita semua. ?

Medan, Februari 2019

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous article

PENJUALAN PRODUK VARASH

Next article

OUTSOURCE ACCOUNTING