DUALISME DIRI DAN KEHIDUPAN

Sebelumnya saya sangat berterimakasih atas tulisan2 yang telah di share oleh AA, mama Rena, serta saudara2 kita lainnya yang telah mengikuti pembelajaran tentang hal ini, karena merekalah saya ter-inspirasi untuk menuliskan nya agar dapat lebih mudah dipahami oleh saudara2 kita yang lainnya secara umum, dengan begitu mungkin akan lebih mudah bagi kita dalam memahami makna dari ceramah2 AA baik yang lampau dan dimasa mendatang.

Sudah tentu tulisan ini hanyalah dari sudut pandang pribadi yang masih jauh dari kesempurnaan, yang diharapkan bisa untuk menambah refferensi bagi kita semua.

Sebagaimana yang kita ketahui, bahwa dalam diri kita ini ada 2 (dua) sifat yang selalu menyertai kita selama hidup, seperti sifat baik-buruk, malaikat-setan, pahala-dosa dan banyak lagi istilah2 lainnya.

Tentu sangat manusiawi sekali apabila umum nya kita selalu menutupi sisi buruk, akan tetapi dengan menutupi dan menyembunyikan hal ini bisa menimbulkan konsekuensi yang disebut Shadow , ibaratkan sebuah bola yang lentur, semakin kita tekan maka akan semakin tinggi lambungan bola tersebut apabila “terlepas dari tekanan” tersebut.

Sebagai contoh, bagaimana mungkin seseorang yang selama ini kelihatannya sangat lembut kok tiba2 bisa berubah menjadi sangat kasar (biasanya pada saat emosi / lepas kontrol).
Atau seseorang yang kelihatannya sangat baik dan alim sanggup untuk berbuat yang tidak sepantasnya.

Dan yang lebih berbahaya lagi adalah adanya pembenaran dari sikap2 negatif yang tidak biasa tersebut, apakah dengan alasan ada Tuhan disana, atau alasan2 lainnya yang umum-nya akan menyalahkan orang lain ataupun lingkungan sekitarnya.

Tindakan yang terlihat diluar itu biasanya dikendalikan oleh ego/conscious atau pun fikiran kita akan tetapi sesuatu yang kita sembunyikan dan tekan akan masuk kedalam un-conscious ataupun alam bawah sadar kita, sehingga pada saat fikiran sadar kita lemah, seperti sedang emosi, sakit, tertekan dll. maka alam-bawah-sadar ini lah yang akan mengambil alih, semakin ditekan, semakin tinggi tingkat pengaruhnya pada diri kita.

AA menginginkan kita sebagai murid2 Beliau untuk menyadari, mempelajari, dan memahami cara2 kerja dari semua ini sehingga diharapkan adanya sinkronisasi antara fikiran dengan alam bawah sadar.

Sebenarnya, dalam keseharian, tanpa kita sadari banyak masukan dari un-conscious terhadap fikiran dan tindakan kita, biasanya sewaktu hal itu muncul, maka secara otomatis fikiran (conscious) akan melakukan penolakan dan pembenaran sehingga kita akan cenderung untuk menyalahkan orang lain dan sekeliling kita (sangat jarang kita untuk melihat kedalam) … termasuk diri saya sendiri .. ? ? wkwkwkkwkwkwkkkk …. itu dulu yaa … ? ? … kalau sekarang ?? masih ada juga … tapi dikit2 laah xixixixixiixiiii … ??

Seperti salah satu kalimat dari AA “Sikap kita sangatlah dipengaruhi oleh paradigma berpikir serta cara pandang kita terhadap dunia, hidup dan kehidupan ini, jadi … bukan dunianya yang salah tp bisa jadi cara pandang kita… lah yg harusnya dibenahi”

Contoh dalam kesehariannya :

  • Kenapa kok sering sekali kita melihat jin-jin dan hantu di diri orang lain yaaa ?
    orang lain ; bukankah itu opini dari hasil dari fikiran/conscious kita sendiri ?
    apakah pernah kita berfikir bahwa mungkin saja masih banyak jin2 dan hantu dalam diri kita sendiri, sehingga mudah terpicu (dikirimkan oleh unconscious kita sendiri ) ?
  • Saya ini merasa benci sekali dengan si Polan itu ?
    Silahkan kita gali diri kita, kenapa kamu mem-benci-nya ? , jangan2 kamu punya sesuatu pengalaman (trauma masa lalu) tentang hal tersebut di un-conscious mu, sehingga mudah sekali untuk terpicu.

Sebagaimana yang telah diterangkan oleh AA sebelumnya, bahwa cara kita memandang dunia ini merupakan “projection”diri kita sendiri … sebagaimana dikatakan oleh Guru2 kita sebelumnya semua tergantung dari kacamata mu, kalau menggunakan kacamata hitam, maka akan hitam semua yang engkau lihat …

Hampir semua fikiran dan tindakan yang kita lakukan secara tidak langsung berhubungan dengan un-conscious kita sendiri, seperti kita sangat menyukai seseorang, kemungkinan besar juga ada sesuatu yang dulu pernah terjadi dan menjadi pemicunya, begitu juga dengan sebaliknya.

looohhh kok saya tidak tau yaa … ?? … namanya juga alam-bawah-sadar (un-conscious) … kalau kita tau … berarti sudah menjadi kesadaran (conscious).

Ini lahhhh sebenarnya yang menjadi tantangan bagi kita dan juga yang diinginkan oleh AA terhadap kita2 yang mengaku menjadi murid2 Beliau.

Betapa bahagia dan bijaksananya diri kita seandainya semua sudah bisa men-sinkron-kan antara conscious dan un-conscious … Pada saat memandang sesuatu yang menurut otak kita salah atau sangat benar… kita langsung melihat kedalam diri kita … ohhhhhh.. ini karena aku dulu pernah seperti ini … dsb. sehingga tidak mudah bagi kita untuk menyalahkan orang lain, dan membuat kita hanya tersenyum2 saja melihat dunia ini ….

Dengan menyadari pola un-conscious diri, maka bisa membuat kita menjadi lebih bijaksana, selain dari itu dengan menggali kedalaman diri ini juga membuat kita bisa memutus mata rantai (puaka/sifat warisan) terhadap keturunan kita, terutama untuk hal-hal yang bersifat negatif.

AA memberikan contoh tentang kasus WNI yang menjadi “predator sex” di Inggris, pasti ada masa lalu (masa kecil) yang sejenis yang selama ini tekan kuat2 oleh yang bersangkutan, sehingga pada saat tertentu yang ditekan ini lah yang mengambil alih diri ybs.

Contoh lainnya yang diberikan AA adalah kasus siswi 15 tahun yang membunuh balita, walaupun kebanyakan analisa mengatakan karena kebanyakan nonton film horor, akan tetapi apakah semua orang yang menonton film horor akan menjadi pembunuh ?

Tentu lah ada suatu un-conscious terus-menerus meng-ilhami fikiran pelaku, dan menonton film horor tersebut adalah salah satu pemicu nya saja.

Jadi bagaimana seharus nya ?

Gali dan sadari-lah apa2 yang menjadi shadow dirimu, yang umumnya merupakan akumulasi trauma2 dari masa kecil, untuk hal ini sebaiknya berkordinasi dengan saudara2 kita yang telah mengikuti dan mengalami hal ini.

Ibarat diri kita ini memelihara 2 ekor kucing, yang satu baik tetapi yang satu lagi sangat nakal sekali. Untuk kucing yang baik tersebut tidak akan dibahas disini, karena itu merupakan salah satu dari produk otak (conscious), akan tetapi untuk kucing yang nakal itu lah kita fokuskan untuk selanjutnya.

Yaitu pertama sekali adalah dengan kita mengetahui keberadaaan dan apa saja yang menjadi penyebabnya, kemudian coba-lah untuk berkomunikasi kepadanya, seluruh mahluk (termasuk daleman kita) juga akan sangat senang apabila keberadaannya (eksitensi) di akui.
Selanjutnya tinggal kita yang meng-arah-kan kucing tersebut agar tidak menjadi terlalu nakal atau bahkan bisa menjadi baik, sesuai dengan aturan dan kondisi yang ada.
Karena semua mahluk itu pasti ada kegunaannya.

Ini lah mungkin yang disebut dengan istilah sinkronisasi seperti yang sering diucapkan dalam ceramah AA, dan semoga Beliau berkenan untuk merahmati dan memperbesar kapasitas kita untuk melaksanakan dan melakukannya.

Semoga tulisan singkat ini bisa menambah wawasan kita semua. ?

Medan , April 2020

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous article

DAPUR UMUM KARENA COVID-19

Next article

DAKWAH KE KINIAN